Sering kali, tanpa sadar kita banyak melakukan kesalahan kecil
dalam shalat, yang akan mengurangi pahala shalat kit. Berikut ini beberapa
kesalahan dalam shalat
1.
NIAT
Banyak dari
kita yang ketika membaca niat selalu dilafazhkan dan dibarengi dengan
takbiratul ihram. Padahal, sebenarnya niat shalat itu harus dibaca di dalam
hati. Mereka beranggapan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang diwajibkan.
Ada juga yang beranggapan bahwa perilaku tersebut merupakan sunnah.
Secara logika,
hal ini jelas tidaklah mungkin. Bayangkan saja, bagaimana kita membaca niat
sedangkan kita sedang melakukan takbiratul ihram dengan membaca Allahu Akbar?
Keduanya tidak bias kita lakukan sekaligus. Imam syafi’I membenarkan bahwa
orang yang sedang shalat tidak mungkin sanggup melakukan dua kegiatan sekaligus
seperti di atas. Ibnu qoyyim mengatakan bahwa ketika nabi Muhammad saw shalat,
beliau hanya mengucapkan takbiratul ihrom dan tidak berkata apa-apa lagi.
Beliau juga tidak melafadzkan niat dengan keras.
2.
Mengangkat
tangan terlalu tinggi atau rendah ketika takbir
Menurut hadits ahmad, abu daud, tirmidzi, rasulullah mengangkat
kedua tangannya henya sebatas bahu atau cabang telinga. Abdullah bin umar
mengatakan bahwa dia melihat rasulullah saw. Shalat dimulai dengan takbir.
Beliau mengangkat tangan ketika mengucapkan takbir dan menjadikan kedua tangan
nabi berbetulan dengan kedua bahunya. Kemudian, rasulullah (bersedekap) di atas
perutnya dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri.
3.
Mengulangi
bacaan surat al-fatihah lebih dari satu kali dalam satu rakaat
Ketika shalat, kita diperintahkan untuk membaca surat al-fatihah
dan surat yang lain setelah surat al-fatihah. Membaca surat al-fatihah dalam
setiap rakaat hanya boleh dibaca satu kali. Apabila surat al-fatihah dibaca
lebih dari satu kali, maka kita sudah menyalahi perintah dan tuntunan dari rasulullah.
4.
Berdiri
dengan telapak kaki dan ujung jarinya tidak menghadap kiblat
Rasulullah ketika shalat selalu meluruskan jari-jari kakinya ketika
melakukan shalat. Ketika shalat, kaki tidak boleh membentuk huruf V yang satu
(kanan) menghadap ke utara dan yang sebelah kiri menghadap ke selatan. Kita
harus mengikuti aturan yang sudah dibuat, agar pahala shalat kita tidak
berkurang. Salah satu hadits yang mendasari tentang hal ini adalah seperti
berikut :
‘’Dari
Muhammad bin ‘Amr bin ‘Atha’, sesungguhnya dia duduk bersama dengan beberapa
sahabat Nabi Muhammad saw. Kai sedang membicarakan shalatnya nabi. Maka, Abuh
Humaid as-Sa’idy berkata, ‘aku lebih hafal dari kalian mengenai shalatnya
rasulullah saw. Aku melihat beliau juga bertakbir mengangkat kedua tangannya
sejajar dengan kedua bahunya. Dan, ketika beliau sujud, beliau meletakkan kedua
tangannya tanpa dihamparkan dan tidak pula menghimpitkan ke arah perutnya, dan
beliau menghadapkan jemari kakinya kea rah kiblat.’’
(HR.
Bukhari)
5.
Merapatkan
kaki ketika berdiri
Kelalaian lain yang sering kita lakukan ketika melaksanakan shalat
adalah ketika berdiri, kita merapatkan kaki. Rasulullah saw ketika shalat tidak
pernah merapatkan kakinya ketika berdiri. Tuntunan yang benar di dalam shalat
adalah hendaknya membuka kedua kaki dan tidak merapatkannya.
6.
Melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan
ketika shalat
Sering kita
menjumpai seseorang yang melakukan gerakan berlebihan saat melakukan shalat.
Msisalnya, menggaruk anggota badan tanpa alasan, sering membetulkan posisi peci
dan mukena, sering merapikan rambut, menggerakan tangan dan kaki secara terus
menerus, dan sebagainya. Gerakan-gerakan yang disebutkan di atas sering membuat
shalat kita menjadi tidak khusyu. Terlalu banyak bergerka ketika shalat,
hukumnya adalah makruh (perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan. Jika
dilakukan tidak berdosa, tetapi jika ditinggalkan akan mendapat pahala).
Apabila gerakan-gerakan dilakukan secara berlebihan dan terus menerus, maka
shalat kita batal dan wajib untuk menglang shalat.
7.
Melihat
ke sekeliling tanpa alasan tertentu
Sering kita jumpai
orang yang shalat menoleh ke kanan, ke kiri, dan ke atas. Mereka sering menoleh
hanya untuk melihat sekeliling masjid, baik hiasan masjid maupun orang yang ada
di sekitarnya. sebenarnya, hal tersebut bertentangan dengan tuntunan
Rasulullah, sehingga dapat membatalkan shalat. Bukhari dan Tirmidzi dalam
haditsnya mengatakan bahwa Aisyah Ra. Bertanya kepada Rasulullah mengenai orang
yang sering berpaling dalam shalatnya. Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa hal
itu merupakan hasil curisn setan dari shalat hamba.
8.
Posisi
kepala tidak lurus dengan punggung keetika ruku’
Kebanyakan dari kita ketika melakukan ruku’ melenceng dari tuntunan
yang diajarkan oleh rasulullah saw. Cara melakukan ruku’ yang benar adalah
jangan terlalu membungkukkan kepala atau mengangkatnya. Rasulullah mengajarkan
kepada para sahabatnya untuk menyejajarkan kepala, punggung, dan dubur ketika
ruku’.
Dalam hadits disebutkan, ‘’Dari Abu Mas’ud al-badry berkata,
‘Rasulullah saw. Bersabda, ‘tidak dianggap sempurna shalat seseorang hingga dia
meluruskan punggungnya ketika ruku’ dan suud.’’(HR. Abu Daud).
9.
Mengarahkan
pandangan ketika ruku’ pada kedua mata kaki
Ketika ruku’, sebagian dari kita sering mengarahkan pandangan ke arah mata kaki dan sekitarnya. Hal seperti
itu adalah salah. Tuntunan yang benar adalah pandangan kita harus fokus ke
tempat sujud. Mata kita tidak boleh melihat ke arah kedua mata kaki.
‘’dari
Ibnu Abbas berkata, ‘Nabi Muhammad SAW. Ketika berdiri memulai shalat, beliau
tidak melihat, kecuali ke arah tempat sujudnya.’’ (HR.Nawawi).
10. Menyatukan jari-jari kedua kaki ketika sujud
Ketika
melakukan sujud, rasulullah membuka jari-jari kedua kakinya. di dalam hadits Nasa’i,
Abu Humaid Sa’idi berkata,‘’apabila rasulullah saw. Turun ke tanah untuk sujud,
beliau merenggangkan kedua bahunya dari kedua ketiaknya dan membuka jari-jari
kedua kakinya.
11.
Tidak
boleh ada sesuatu yang menghalangi anggota sujud menempel tempat sujud
Banyak yang
beranggapan bahwa ketika kita sedang sujud, tidak boleh ada sesuatu yang
menghalangi anggota sujud untuk menyentuh sajadah atau tanah. Bagi laki-laki,
mereka harus menyibakkan rambutnya dari dahi agar tidak menghalangi wajah untuk
sujud. Akan tetapi, pendapat ini tidak benar. Shalat kkanita akan tetap sah,
meskipun ada sesuatu yang menghalangi anggota sujud menempel ke tempat sujud.
12.
Langsung
sujud setelah salam
Kebanyakan dari kitasering
melakukan sujud setelah salam. Mereka mengatakan bahwa sujud tersebut merupakan
sujud syukur. Sebenarnya, hal tersebut merupakan sebuah tambahan dan tidak ada
di dalam tuntunan shalat. Rasulullah juga tidak pernah mengajarkan hal seperti
itu.
13.
Hanya
menoleh sedikit ketika salam
Ketika kita
mengakhiri shalat dengan salam (menoleh ke kanan dan ke kiri), kita harus
menyempurnakan cara salam kita. Rasulullah saw. Selalu mengakhiri shalatnya
dengan salam, yaitu menoleh ke kanan dan ke kiri, sehingga pipi nabi terlihat
oleh seseorang yang berada di belakang nabi.
‘’ dari Abdullah bin mughaffal berkata, rasulullah saw. Bersabda,
‘sesungguhnya pencuri yang sebenarnya adalah yang mencuri shalatnya.’ Kemudian
ditanya, ‘bgaimana seseorang mencuri shalatnya wahai rasulullah ?’ beliau
menjawab, ‘yang tidak sempurna ruku’ dan sujudnya, dan orang yang paling bakhil
(pelit) adalah bakhil dalam salam.’’ (HR. Tibrani).