Selasa, 13 November 2012

kehidupan dan tuntutan zaman

hidup, suatu kata yang tak asing lagi didengar oleh semua makhluk yang memiliki kehidupan. setiap orang yang terlahir di dunia ini dari bukan apa-apa sampai kepada menjadi apa-apa. dan setiap orang yang hidup pasti menginginkan kehidupan yang aman, nyaman dan tentram. dan juga ingin memiliki kehidupan yang layak bahkan lebih. semua itu tergantung dari individual masing-masing. seperti kata pepatah banyak jalan menuju roma, begitu juga semangat dan pengorbanan seseorang dalam mencapai kehidupan yang lebih baik, akantetapi jangan sampai salah mengartikan pepatah tersebut dengan menggunakan berbagai cara, termasuk cara yang tidak baik, harus di ingat, segala sesuatu itu butuh proses dan memiliki prosedur, tidak ada kehidupan yang langsung menjadi indah atau terpenuhi segalanya tanpa lika-likunya, kalau dengan menggunakan cara instan seperti itu berarti tidak mengikuti prosedur dan pasti akan ada resiko yang akan menghampirinya.

jadilah orang yang tidak hanya hidup untuk diri sendiri, akan tetapi jadilah orang yang hidup dan menghidupi dan jadilah orang yang bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri akan tetapi harus bermanfaat bagi orang lain juga. seperti hadits rasulullah SAW : '' sebaik-baik manusia adalah manusia yang  bermanfaat bagi orang lain''. ( al-hadits).

kehidupan akan selalu berjalan, dan dengan itu merupakan tuntutan zaman kepada seluruh makhluk hidup untuk mengikuti perkembangan akan zaman itu sendiri. ''malas tertindas, lambat tertinggal dan berhenti mati''  adalah suatu ibarat yang pantas di berikan kepada seluruh bani adam yang menjalani akan kehidupan di dunia ini. dunia itu kejam, banyak orang yang berprasangka seperti itu, memang benar dunia itu memang kejam, orang yang tidak bisa mempertahankan kehidupan akan tersisihkan dari kehidupan. oleh karena itu, bagaimana cara kita untuk mensiasati akan kehidupan itu sendiri, agar kita bisa bertahan hidup.

ada suatu kata tentang kehidupan yang berbunyi, ''hidup itu adalah panggung sandiwara, Tuhan yang bertindak sebagai sutradara, dan seluruh makhluknya yang menjadi pemerannya''. dari kata tersebut mempunyai arti bahwasannya kehidupan manusia sudah ada yang mengatur, jadi manusia hanya menjalani akan apa yang telah di tulis atau di rancang oleh sang sutradara. dengan ini bukan berarti manusia hanya pasrah dengan kehidupan, karena kehidupan ini sudah ada yang mengaturnya. akan tetapi harusnya manusia selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjalani kehidupan ini, toh manusia hanya bisa berusaha dan merencanakan kehidupan adapun kehendak hanyalah milik allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar